Sangiran terletak diantara kabupaten sragen dan kabupaten Karanganyar, 
Sangiran merupakan sebuah situs manusia purba terbesar di dunia, dengan jumlah temuan fosil manusia purba yang melimpah bahkan sampai saat inipun masih saja ditemukan beraneka macam fosil, baik itu hewan purba, tumbuhan purba, fosil hewan laut, dan pastinya manusia purba yang dulu menghuni kawasan ini. Saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan perluasan bangunan museum

Sejarah situs Sangiran:
Situs Sangiran diperkirakan muncul pada zaman tersier akhir sekitar 3 juta tahun yang lalu, yang berupa laut dangkal dengan kehidupan berupa Moluska laut dan fortaminifera. Sekitar 0,8 sampai 0,18 juta tahun yang lalu air laut surut dan daerah sangiran berubah menjadi daratan, mulai saat itulah kehidupan manusia purba berkembang dengan pesat

Sejarah penelitian di sangiran:
Pada Tahun 1930, von koenigswlad dibantu kepala desa krikilan, toto marsono, mengerahkan penduduk Sangiran untuk mengumpulkan fosil yang oleh penduduk disebut "balung buto/tulang raksasa" yang berserakan disekitar ladang mereka. Semakin lama kumpulan fosil bertambah banyak dan ditempatkan dipendopo desa, dari sinilah cikal bakal berdirinya museum Sangiran.

Koleksi museum sangiran:
Koleksi di museum sangiran sangat banyak sekali mencapai 13.000 buah, terdiri dari fosil manusia purba, fosil hewan, fosil tumbuhan, batu-batuan, sedimen tanah maupun peralatan batu yang dipakai manusia purba zaman dulu.
Oleh AgusDev

Mei 03, 2020

Artikel Terkait

> <